.

Loading...

Sabtu, 19 November 2011

-CERITA NGESEX AMA TETANGGA-

Cerita panas ini terjadi
beberapa waktu lalu, memang
sebenarnya cerita panas
ini termasuk ga lazim, namun
cerita seks semacam ini seru
banget lo, karena awalnya
hanya gurauan sekarang
menjadi kisah panas yang
sangat menarik, mungkin
bagi anda para suami yang
menginginkan hal panas
maksudnya dalam seks bisa
mencoba hal ini. Cerita
tersebut berawal dari istriku
saat akan tidur, yang
mengatakan bahwa evi
tetangga depan rumah aq
ternyata mempunyai suami
yang impoten, aq agak
terkejut tidak menyangka
sama sekali, karna dilihat
dari postur suaminya yang
tinggi tegap rasanya tdk
mungkin, memang yg aku tau
mereka telah berumah
tangga sekitar 5 tahun tapi
blm dikaruniai seorang
anakpun.
“bener pah, td evi cerita
sendiri sm mama” kata
istriku seolah menjawab
keraguanku,
“wah, kasian banget ya mah,
jadi dia gak bisa mencapai
kepuasan dong mah?”
pancingku
“iya” sahut istriku singkat
pikiran aku kembali
menerawang ke sosok yg
diceritakan istriku, tetangga
depan rumahku yang
menurutku sangat cantik dan
seksi, aku suka melihatnya
kala pagi dia sedang
berolahraga di depan
rumahku yang tentunya di
dpn rumahku jg, kebetulan
tempat tinggal aku berada di
cluster yang cukup elite,
sehingga tidak ada pagar
disetiap rumah, dan jalanan
bisa dijadikan tempat
olahraga, aku perkirakan
tingginya 170an dan berat
mungkin 60an, tinggi dan
berisi, kadang saat dia
olahraga pagi aku sering
mencuri pandang pahanya
yang putih dan mulus karena
hanya mengenakan celana
pendek, pinggulnya yg besar
sungguh kontras dengan
pinggangnya yang ramping,
dan yang sering bikin aku
pusing adalah dia selalu
mengenakan kaos tanpa
lengan, sehingga saat dia
mengangkat tangan aku
dapat melihat tonjolan buah
dadanya yg keliatannya
begitu padat bergotang
mengikuti gerakan tubuhnya.
Satu hal lagi yang membuat
aku betah memandangnya
adalah bulu ketiaknya yang
lebat, ya lebat sekali, aku
sendiri tidak mengerti
kenapa dia tidak mencukur
bulu ketiaknya, tapi jujur aja
aku justru paling bernafsu
saat melihat bulu ketiaknya
yang hitam, kontras dengan
tonjoilan buah dadanya yg
sangat putih mulus. tapi ya
aku hanya bisa memandang
saja karna bagaimanapun
juga dia adalah tetanggaku
dan suaminya adalah teman
aku. namun cerita istriku
yang mengatakan suaminya
impoten jelas membuat aku
menghayal gak karuan, dan
entah ide dari mana, aku
langsung bicara ke istriku
yang keliatannya sudah mulai
pulas.
“mah” panggilku pelan
“hem” istriku hanya
menggunam saja
“gimana kalau kita kerjain
evi”
“hah?” istriku terkejut dan
membuka matanya
“maksud papa?”
Aku agak ragu juga
menyampaikannya, tapi
karna udah terlanjur juga
akhirnya aku ungkapkan
juga ke istriku,
“ya, kita kerjain evi, sampai
dia gak tahan menahan
nafsunya”
“buat apa? dan gimana
caranya?” uber istriku
lalu aku uraikan cara2
memancing birahi evi, bisa
dengan seolah2 gak sengaja
melihat, nbaik melihat senjata
aku atau saat kamu ml,
istriku agak terkejut juga
apalagi setelah aku uraikan
tujuan akhirnya aku
menikmati tubuh evi, dia
marah dan tersinggung
“papa sudah gila ya,
mentang2 mama sudah gak
menarik lagi!” ambek istriku
tapi untunglah setelah aku
beri penjelasan bahwa aku
hanya sekedar fun aja dan
aku hanya mengungkapkan
saja tanpa bermaksud
memaksa mengiyakan
rencanaku, istriku mulai
melunak dan akhirnya kata2
yang aku tunggu dari
mulutnya terucap.
“oke deh pah, kayanya sih
seru juga, tapi inget jangan
sampai kecantol, dan jangan
ngurangin jatah mama”
ancam istriku.
aku seneng banget
dengernya, aku langsung
cium kening istriku. “so pasti
dong mah, lagian selama ini
kan mama sendiri yang gak
mau tiap hari” sahutku.
“kan lumayan buat ngisi hari
kosong saat mama gak mau
main” kataku bercanda
istriku hanya terdiam
cemberut manja.. mungkin
juga membenarkan libidoku
yang terlalu tinggi dan
libidonya yang cenderung
rendah.
keesokan paginya, kebetulan
hari Sabtu , hari libur kerja,
setelah kompromi dgn istriku,
kami menjalankan rencana
satu, pukul 5.30 pagi istriku
keluar berolahraga dan
tentunya bertemu dengan
evi, aku mengintip mereka
dari jendela atas rumah aku
dengan deg2an, setelah aku
melihat mereka ngobrol
serius, aku mulai
menjalankan aksiku, aku
yakin istriku sedang
membicarakan bahwa aku
bernafsu tinggi dan kadang
tidak sanggup melayani, dan
sesuai skenario aku harus
berjalan di jendela sehingga
mereka melihat aku dalam
keadaan telanjang dengan
senjata tegang, dan tidak
sulit buatku karena sedari
tadi melihat evi berolahraga
saja senjataku sudah
menegang kaku, aku buka
celana pendekku hingga
telanjang, senjataku berdiri
menunjuk langit2, lalu aku
berjalan melewati jendela
sambil menyampirkan handuk
di pundakku seolah2 mau
mandi, aku yakin mereka
melihat dengan jelas karena
suasana pagi yang blm
begitu terang kontras
dengan keadaan kamarku
yang terang benderang. tapi
untuk memastikannya aku
balik kembali berpura2 ada
yang tertinggal dan lewat
sekali lagi, sesampai dikamar
mandiku, aku segera
menyiram kepalaku yang
panas akibat birahiku yang
naik, hemm segarnya,
ternyata siraman air dingin
dapat menetralkan otakku yg
panas.
Setelah mandi aku duduk
diteras berteman secangkir
kopi dan koran, aku melihat
mereka berdua masih
mengobrol. Aku mengangguk
ke evi yg kebetulan melihat
aku sbg pertanda menyapa,
aku melihat roma merah
diwajahnya, entah apa yg
dibicarakan istriku saat itu.
Masih dengan peluh
bercucuran istriku yg masih
keliatan seksi jg memberikan
jari jempolnya ke aku yang
sedang asik baca koran,
pasti pertanda bagus
pikirku, aku segera
menyusul istriku dan
menanyakannya
“gimana mah?” kejarku
istriku cuma mesem aja,
” kok jadi papa yg nafsu
sih” candanya
aku setengah malu juga,
akhirnya istriku cerita juga,
katanya wajah evi keliatan
horny saat dengar bahwa
nafsu aku berlebihan,
apalagi pas melihat aku lewat
dengan senjata tegang di
jendela, roman mukanya
berubah.
“sepertinya evi sangat
bernafsu pah” kata istriku.
“malah dia bilang mama
beruntung punya suami kaya
papa, tidak seperti dia yang
cuma dipuaskan oleh jari2
suaminya aja”
“oh” aku cuma mengangguk
setelah tahu begitu,
“trus, selanjutnya gimana
mah? ” pancing aku
“yah terserah papa aja, kan
papa yg punya rencana”
aku terdiam dengan seribu
khayalan indah,
“ok deh, kita mikir dulu ya
mah”
aku kembali melanjutkan
membaca koran yg sempat
tertunda, baru saja duduk
aku melihat suami evi
berangkat kerja dengan
mobilnya dan sempat
menyapaku
“pak, lagi santai nih, yuk
berangkat pak” sapanya
akrab
aku menjawab sapaannya
dengan tersenyum dan
lambaian tangan.
“pucuk dicinta ulam tiba”
pikirku, ini adalah
kesempatan besar, evi di
rumah sendiri, tapi gimana
caranya? aku memutar otak,
konsentrasiku tidak pada
koran tapi mencari cara
untuk memancing gairah evi
dan menyetubuhinya, tapi
gimana? gimana? gimana?
sedang asiknya mikir, tau2
orang yang aku khayalin ada
di dpn mataku,
“wah, lagi nyantai nih pak,
mbak yeni ada pak?”
sapanya sambil menyebut
nama istriku
“eh mbak evi, ada di dalam
mbak, masuk aja” jawabku
setengah gugup
evi melangkah memasuki
rumahku, aku cuma
memperhatikan pantatnya
yang bahenol bergoyang
seolah memanggilku untuk
meremasnya.
aku kembali hanyut dengan
pikiranku, tapi keberadaan
evi di rumahku jelas
membuat aku segera
beranjak dari teras dan
masuk ke rumah juga, aku
ingin melihat mereka,
ternyata mereka sedang asik
ngobrol di ruang tamu,
obrolan mereka mendadak
terhenti setelah aku masuk,
“hayo, pagi2 sudah
ngegosip! pasti lagi ngobrolin
yg seru2 nih” candaku
mereka berdua hanya
tersenyum.
aku segera masuk ke kamar
dan merebahkan tubuhku,
aku menatap langit2 kamar,
dan akhirnya mataku tertuju
pada jendela kamar yang
hordengnya terbuka,
tentunya mereka bisa melihat
aku pikirku, karena di kamar
posisinya lebih terang dari
diruang tamu, tentunya
mereka bisa melihat aku,
meskipun aku tidak bisa
melihat mereka mengobrol?
reflek aku bangkit dari
tempat tidur dan menggeser
sofa kesudut yg aku
perkirakan mereka dapat
melihat, lalu aku lepas celana
pendekku dan mulai
mengocok senjataku, ehmm
sungguh nikmat, aku
bayangkan evi sedang
melihatku ngocok dan sedang
horny, senjataku langsung
kaku.
tapi tiba2 saja pintu kamarku
terbuka, istriku masuk dan
langsung menutup kembali
pintu kamar.
“pa, apa2an sih pagi2 udah
ngocok, dari ruang tamu kan
kelihatan” semprot istriku
“hah?, masa iya? tanyaku
pura2 bego.
“evi sampai malu dan pulang
tuh” cerocosnya lagi, aku
hanya terdiam,
mendengar evi pulang
mendadak gairahku jadi
drop, aku kenakan kembali
celanaku.
sampai siang aku sama
sekali belum menemukan cara
untuk memancingnya, sampai
istriku pergi mau arisan aku
cuma rebahan di kamar
memikirkan cara untuk
menikmati tubuh evi,
” pasti lagi mikirin evi nih,
bengong terus, awas ya
bertindak sendiri tanpa
mama” ancam istriku “mama
mau arisan dulu sebentar”
aku cuma mengangguk aja,
5 menit setelah istriku pergi,
aku terbangun karna di dpn
rumah terdengar suara
gaduh, aku keluar dan
melihat anakku yg laki
bersama teman2nya ada di
teras rumah evi dengan
wajah ketakutan, aku segera
menghampirinya, dan
ternyata bola yang dimainkan
anakku dan teman2nya
mengenai lampu taman rumah
evi hingga pecah, aku
segera minta maaf ke evi
dan berjanji akan
menggantinya, anakku dan
teman2nya kusuruh bermain
di lapangan yg agak jauh
dari rumah.
“mbak evi, aku pamit dulu
ya, mau beli lampu buat
gantiin” pamitku
“eh gak usah pak, biar aja,
namanya juga anak2, lagian
aku ada lampu bekasnya yg
dari developer di gudang,
kalau gak keberatan nanti
tolong dipasang yang
bekasnya aja” aku lihat
memang lampu yang pecah
sudah bukan standar dr
developer, tapi otakku jd
panas melihat cara bicaranya
dengan senyumnya dan
membuat aku horny sendiri.
“kalau gitu mbak tolong ambil
lampunya, nanti aku pasang”
kataku
“wah aku gak sampe pak,
tolong diambilin didalam”
senyumnya.
kesempatan datang tanpa
direncanakan, aku
mengangguk mengikuti
langkahnya, lalu evi
menunjukan gudang diatas
kamar mandinya, ternyata
dia memanfaatkan ruang
kosong diatas kamar
mandinya untuk gudang.
“wah tinggi mbak, aku gak
sampe, mbak ada tangga?”
tanyaku
“gak ada pak, kalau pake
bangku sampe gak”
tanyanya
“coba aja” kataku.
Evi berjalan ke dapur
mengambil bangku, lambaian
pinggulnya yang bulat seolah
memanggilku untuk segera
menikmatinya, meskipun
tertutup rapat, namun aku
bisa membayangkan
kenikmatan di dalam
dasternya.
lamunanku terputus setelah
evi menaruh bangku tepat
didepanku, aku segera naik,
tapi ternyata tanganku masih
tak sampai meraih handle
pintu gudang,
“gak sampe mba” kataku
aku lihat evi agak
kebingungan,
“dulu naruhnya gimana
mbak? ” tanyaku
“dulu kan ada tukang yang
naruh, mereka punya
tangga”
“kalau gitu aku pinjem
tangga dulu ya mba sama
tetangga”
aku segera keluar mencari
pinjaman tangga, tapi aku
sudah merencanakan hal
gila, setelah dapat pinjaman
tangga aluminium, aku ke
rumah dulu, aku lepaskan
celana dalamku, hingga aku
hanya mengenakan celana
pendek berbahan kaos, aku
kembali ke rumah evi dgn
membawa tangga, akhirnya
aku berhasil mengambil
lampunya. dan langsung
memasangnya, tapi ternyata
dudukan lampunya berbeda,
lampu yang lama lebih besar,
aku kembali ke dalam rumah
dan mencari dudukan lampu
yg lamanya, tp sudah aku
acak2 semua tetapi tidak
ketemu jg, aku turun dan
memanggil evi, namun aku
sama sekali tak melihatnya
atau sahutannya saat
kupanggil, “pasti ada
dikamar: pikirku “wah bisa
gagal rencanaku
memancingnya jika evi
dikamar terus”
aku segera menuju
kamarnya, namun sebelum
mengetuknya niat isengku
timbul, aku coba mengintip
dari lubang kunci dan
ternyata….
Aku dapat pemandangan
bagus, aku lihat evi sedang
telanjang bulat di atas
tempat tidurnya, jari2nya
meremas buah dadanya
sendiri, sedangkan tangan
yang satunya menggesek2
klitorisnya, aku gemetar
menahan nafsu, senjataku
langsung membesar dan
mengeras, andai saja tangan
aku yang meremas buah
dadanya… sedang asik2nya
mengkhayal tiba2 evi
berabjak dari tempat
tidurnya dan mengenakan
pakaian kembali, mungkin dia
inget ada tamu, aku segera
lari dan pura2 mencari
kegudang, senjataku yang
masih tegang aku biarkan
menonjol jelas di celana
pendekku yang tanpa cd.
“loh, nyari apalgi pak?” aku
lihat muka evi memerah, ia
pasti melihat tonjolan besar
di celanaku
“ini mbak, dudukannya lain
dengan lampu yang pecah”
aku turun dari tangga dan
menunjukan kepadanya, aku
pura2 tidak tahu keadaan
celanaku, evi tampak sedikit
resah saat bicara.
“jadi gimana ya pak? mesti
beli baru dong” suara evi
terdengar serak, mungkin ia
menahan nafsu melihat
senjataku dibalik celana
pendekku, apalagi dia tadi
sedang masturbasi.
Aku pura2 berfikir, padahal
dalam hati aku bersorak
karena sudah 60% evi aku
kuasai, tapi bener sih aku
lagi mikir, tapi mikir gimana
cara supaya masuk dalam
kamarnya dan menikmati
tubuhnya yang begitu
sempurna??
“kayanya dulu ada pak. coba
aku yang cari” suara evi
mengagetkan lamunanku, lalu
ia menaiki tangga, dan
sepertinya evi sengaja
memancingku, aku dibawah
jelas melihat paha gempalnya
yang putih mulus tak bercela,
dan ternyata evi sama sekali
tidak mengenakan celana
dalam, tapi sepertinya evi
cuek aja, semakin lama
diatas aku semakin tak
tahan, senjataku sudah
basah oleh pelumas pertanda
siap melaksanakan tugasnya.
Setelah beberapa menit
mencari dan tidak ada juga,
evi turun dari tangga, tapi
naas buat dia ( Atau malah
sengaja : ia tergelincir dari
anak tangga pertama, tidak
tinggi tapi lumayan
membuatbya hilang
keseimbangan, aku reflek
menangkap tubuhnya dan
memeluknya dari belakang,
hemmm sungguh nikmat
sekali, meskipun masih
terhalang celana dalam ku
dan dasternya tapi
senjataku dapat merasakan
kenyalnya pantat evi, dan
aku yakin evi pun
merasakan denyutan hangat
dipantatnya, “makasih pak”
evi tersipu malu dan akupun
berkata maaf berbarengan
dgn ucapan makasihnya
“gak papa kok, tapi kok tadi
seperti ada yg ngeganjel
dipantatku ya”?” sepertinya
evi mulai berani, akupun
membalasnya dgn gurauan,
“oh itu pertanda senjata
siap melaksanakan tugas”
“tugas apa nih?” evi
semakin terpancing
aku pun sudah lupa janji dgn
istriku yang ga boleh
bertindak tanpa
sepengetahuannya, aku
sudah dikuasai nafsu.
“tugas ini mbak!” kataku
langsung merangkulnya
dalam pelukanku
aku langsung melumat
bibirnya dengan nafsu
ternyata evipun dengan
buas melumat bibirku juga,
mungkin iapun menunggu
keberanianku, ciuman kami
panas membara, lidah kami
saling melilit seperti ular,
tangan evi langsung
meremas senjataku, mungkin
baru ini dia melihat senjata
yang tegang sehingga evi
begitu liar meremasnya, aku
balas meremas buah
dadanya yang negitu kenyal,
meskipun dari luar ali bisa
pastiin bahwa evi tidak
mengenakn bra, putingnya
langsung mencuat, aku pilin
pelan putingnya, tanganku
yang satu meremas
bongkahan pantatnya yang
mulus, cumbuan kami semakin
panas bergelora
tapi tiba2
“sebentar mas!” evi berlari
ke depan ternyata ia
mengunci pintu depan, aku
cuma melongo dipanggil
dengan mas yang
menunjukan keakraban
“sini mas!” ia memanggilku
masuk kekamarnya
aku segera berlari kecil
menuju kamarnya, evi
langsung melepas dasternya,
dia bugil tanpa sehelai
benangpun di depan mataku.
sungguh keindahan yang
benar2 luar biasa, aku
terpana sejenak melihat
putih mulusnya badan evi.
bulu kemaluannya yang lebat
menghitam kontras dengan
kulitnya yg bersih. lekuk
pinggangnya sungguh indah.
tapi hanya sekejab saja aku
terpana, aku langsung
melepas kaos dan celana
pendekku, senjataku yang
dari tadi mengeras menunjuk
keatas, tapi ternyata aku
kalah buas dengan evi. dia
langsung berjongkok di
depanku yang masih berdiri
dan melumat senjataku
dengan rakusnya.
Lidahnya yang lembut terasa
hangat menggelitik penisku,
mataku terpejam menikmati
cumbuannya, sungguh
benar2 liar, mungkin karna
evi selama ini tidak pernah
melihat senjata yang kaku
dan keras, kadang ia
mengocoknya dengan cepat,
aliran kenikmatan menjalari
seluruh tubuhku, aku segera
menariknya keatas, lalu
mencium bibirnya, nafasnya
yang terasa wangi memompa
semangatku untuk terus
melumat bibirnya, aku dorong
tubuhnya yang aduhai ke
ranjangnya, aku mulai
mengeluarkan jurusku,
lidahku kini mejalari lehernya
yang jenjang dan putih,
tanganku aktif meremas2
buah dadanya lembut,
putingnya yang masih kecil
dan agak memerah aku
pillin2, kini dari mataku
hanya berjarak sekian cm ke
bulu ketiaknya yang begitu
lebat, aku hirup aromanya
yang khas, sungguh wangi.
lidahku mulai menjalar ke
ketiak dan melingkari buah
dadanya yang benar2
kenyal.
Dan saat lidahku yang
hangat melumat putingnya
evi semakin mendesah tak
karuan, rambutku habis
dijambaknya, kepalaku terus
ditekan ke buah dadanya.
aku semakin semangat, tidak
ada sejengkal tubuh evi
yang luput dari sapuan
lidahku, bahkan pinggul
pantat dan pahanya juga,
apalagi saat lidahku sampai
di kemaluannya yang berbulu
lebat, setelah bersusah
payah meminggirkan bulunya
yang lebat, lidahku sampai
juga ke klitorisnya,
kemaluannya sudah basah,
aku lumat klitnya dengan
lembut, evi semakin hanyut,
tangannya meremas sprey
pertanda menahan nikmat
yang aku berikan, lidahku
kini masuk ke dalam lubang
kemaluannya, aku semakin
asik dengan aroma
kewanitaan evi yang begitu
wangi dan menambah
birahiku.
Tapi sedang asik2nya aku
mencumbu vaginanya, evi
tiba2 bangun dan langsung
mendorongku terlentang, lalu
dengan sekali sentakan
pantatnya yang bulat dan
mulus langsung berada
diatas perutku, tangannya
langsung menuntun
senjataku, lalu perlahan
pantatnya turun, kepala
kemaluanku mulai menyeruak
masuk kedalam kemaluannya
yang basah, namun meskipun
basah aku merasakan
jepitan kemaluannya sangat
ketat. mungkin karna selama
ini hanya jari saja yang
masuk kedalam vaginanya,
centi demi centi senjataku
memasuki vaginanya
berbarengan dengan pantat
evi yang turun, sampai
akhirnya aku merasakan
seluruh batang senjataku
tertanam dalam vaginanya,
sungguh pengalaman indah,
aku merasakan nikmat yang
luar biasa dengan ketatnya
vaginanya meremas otot2
senjataku, evi terdiam
sejenak menikmati penuhnya
senjataku dalam
kemaluannya, tapi tak lama.
Pantatnya yang bahenl dan
mulus nulaik bergoyang,
kadang ke depan ke
belakang, kadang keatas ke
bawah, peluh sudah
bercucuran di tubuh kami,
tanganku tidak tinggal diam
memberikan rangsangan
pada dua buah dadanya
yang besar, dan goyangan
pinggul evi semakin lama
semakin cepat dan tak
beraturan, senjataku seperti
diurut dengan lembut, aku
mencoba menahan
ejakulasiku sekuat mungkin,
dan tak lama berselang, aku
merasakan denyutan2
vagina evi di batang
senjataku semakin menguat
dan akhirnya evi berteriak
keras melepas orgasmenya,
giginya menancap keras
dibahuku…
evi orgasme, aku merasakan
hangat di batang senjataku,
akhirnya tubuhnya yang
sintal terlungkup diatas
tubuhku, senjataku masih
terbenam didalam
kemaluannya,aku biarkan dia
sejenak menikmati sisa2
orgasmenya setelah
beberapa menit aku berbisik
ditelinganya, “mba, langsung
lanjut ya? aku tanggung nih”
evi tersenyum dan bangkit
dari atas tubuhku, ia duduk
dipinggir ranjang, “makasih
ya mas, baru kali ini aku
mengalami orgasme yang luar
biasa” ia kembali melumat
bibirku.aku yang masih
terlentang menerima cumbuan
evi yang semakin liar,
benar2 liar, seluruh tubuhku
dijilatin dengan rakusnya,
bahkan lidahnya yang nakal
menyedot dan menjilat
putingku, sungguh nikmat,
aliran daraku seperti
mengalir dengan cepat,
akhirnya aku ambil kendali,
dengan gaya konvensional
aku kemabli memasukkan
senjataku dalam
kemaluannya, sudah agak
mudah tapi tetap masih ketat
menjepit senjataku, pantatku
bergerak turun naik, sambil
lidahku mengisap buah
dadanya bergantian, aku liat
wajah evi yang cantik
memerah pertanda birahinya
kembali naik, aku atur tempo
permainan, aku ingin sebisa
mungkin memberikan
kepuasan lebih kepadanya,
entah sudah berapa gaya
yang aku lakukan, dan entah
sudah berapa kali evi
orgasme, aku tdk
menghitungnya, aku hanya
inget terakhir aku oake gaya
doggy yang benar2 luar
biasa, pantatnya yang besar
memberikan sensasi
tersendiri saat aku
menggerakkan senjataku
keluar masuk. dan memang
aku benar2 tak sanggup lagi
menahan spermaku saat
doggy, aku pacu sekencang
mungkin, pantat evi yang
kenyal bergoyang seirama
dengan hentakanku,tapi aku
masih ingat satu kesadaran
“mbak diluar atau didalam?”
tanyaku parau terbawa
nafsu sambil terus memompa
senjataku
Evipun menjawab dengan
serak akibat nafsunya ”
Didalam aja mas, aku lagi gak
subur”
dan tak perlu waktu lama,
selang beberapa detik
setelah evi menjawab aku
hentakan keras senjataku
dalam vaginanya, seluruh
tubuhku meregang kaku,
aliran kenikmatan menuju
penisku dan memeuntahkan
laharnya dalam vagina evi,
ada sekitar sepuluh kedutan
nikmat aku tumpahkan
kedalam vaginanya,
sementara evi aku lihat
menggigit sprey
dihadapannya, mungkin iapun
mengalami orgasme yg
kesekian kalinya.

Tidak ada komentar: