.

Loading...

Jumat, 16 Maret 2012

kost-an jakarta

anak kost jaman sekarang –
Informasi dari Tim Survey yang membuktikan
bahwa Survey terhadap kehidupan anak kost-
kost-an di Kota Jakarta sudah semakin
meresahkan :
Sudah 3 hari belakangan ini Kamelia numpang
menginap di kost-an ku yang kecil di daerah
Kuningan. Awalnya saya agak khawatir dengan
perubahan suasana ini. Kamelia cuma
menumpang sementara di sini padahal saya
bingung “gimana perasaan cewek gue”. Untuk
mencari penegasan saya tatap wajah muda
Kamelia yang cantik dan lucu. Kamelia membalas
tatapan saya tanpa berkedip. Sebersit saya
membaca kegenitan di dalamnya, sayapun
menyerah…
Hari pertama, 6 Juni 2011. Kamelia nampak begitu
kalem dan sopan. Ketika itu si Mitha (cw gue) juga
ada dan dia oke-oke aja setelah mendapat
penjelasan logis. Mitha duduk di sofa didepan TV,
dan saya duduk di bangku di depan meja
komputer. Kamelia nampak menjaga jarak
dengan saya, dia duduk tidak bergeming di
samping Mitha sambil menikmati soap opera dan
MTV (Music Television). Saya mencoba
menggoda Kamelia. Tapi female satu ini seperti
batu, Mitha dan dia saling menatap tanpa
berkedip.
Hari pertama agak sorean. Problem mulai muncul
ketika Mitha pulang meninggalkan kost-an,
membiarkan saya dan Kamelia berdua di kamar
kost adalah hal yang janggal, saya tidak tahu
harus bersikap bagaimana, saya grogi dan
nervous apalagi begitu mobil Mitha berlalu,
Kamelia langsung mendekati saya dengan penuh
roman. Saya duduk di sofa dengan perasaan
tidak nyaman. Kamelia mendekati saya dan ikut
duduk di samping. Kaki saya yang terjulur ke atas
coffe table di sentuhnya dengan halus, pinggang
saya disenderinya dengan santai, merasa agak
terganggu, saya berdiri dan pindah duduk di
depan komputer lagi. Kamelia mengikuti.
Saya berpura-pura sibuk membuka internet, tapi
Kamelia berdiri di sana menatap saya dengan
pandangan yang sendu dan mengundang. Saya
tanyakan, “Apa kamu belum makan siang?” Tapi
Kamelia tetap terdiam seakan dia meminta
sesuatu yang lain. Saya termangu tidak mengerti
apa maksudnya.Tapi karena saya ini termasuk
laki-laki yang tahan godaan, jelas saya tidak mau
berpikiran yang bukan-bukan. Saya cuekin
Kamelia seharian.
Hari kedua, 7 Juni 2011.
Kamelia makin liar menjadi-jadi, Kamelia
menggoda saya habis-habisan. Tubuhnya yang
langsing selalu dicoba menempeli saya dengan
kurang ajar. Walaupun Kamelia cantik, dan
suaranya lembut menarik, saya tidak mau jatuh
tertarik padanya. Ketika saya bentak, “Kamelia
Please………….Jangan ganggu saya.” Dia tetap saja
berkepala batu. Bahkan ketika saya duduk disofa
kembali, Kamelia mencoba membaringkan
tubuhnya di pangkuan saya. Saya marah dan
berdiri, kemudian saya berjalan dan
membaringkan tubuh di kamar.
Angin dari fan yang bertiup dingin dan matahari
yang masih nampak garang siang ini membuat
saya jatuh tertidur 5 menit kemudian. Samar-
samar saya merasa ada sesosok tubuh
berbaringan di samping kanan. Tubuh hangatnya
yang halus menyentuh lengan saya secara
lembut dan mengundang. Sejenak saya merasa,
barangkali si Mitha balik lagi untuk mengambil
barang yang biasanya tertinggal, tapi lama- lama
saya menyadari tubuh hangat ini pasti bukan
Mitha.
Saya terkejut lalu bangkit secara tiba-tiba. Kali ini
saya benar-benar murka melihat Kamelia sedang
berbaringan secara santai dan erotis di samping
saya.Padahal sebelum ada perkawinan, saya
berpikiran untuk tidak tidur dengan mahluk
bergender perempuan. Itulah sebabnya saya
bentak Kamelia untuk jangan berbuat kurang ajar,
karena sudah tidak tahan saya berdiri dan
membuka pintu kost-an. “Keluar..!”, teriak saya
tidak sabar. Wajah Kamelia nampak lesu dan
sedih. Dua detik dia termenung untuk kemudian
berjalan perlahan. Saya tidak lagi ingat akan segala
bujuk rayunya, persoalan ini akan semakin
membesar jika saya membiarkan Kamelia lebih
lama menetap di kost-an. Langkah Kamelia yang
seksi berhenti 10 meter dari pintu.
Karena saya takut dia akan merubah niat untuk
berbalik kembali ke sini, saya berteriak “Dont you
ever think about that !!!” Kamelia menatap saya
secara kurang ajar, lalu membalas teriakan
dengan keras:
“Guuukkkk..!! Guuuukkkkkk..!! Gggrrgghh…!”
Anjing jalanan itu akhirnya kembali ke asalnya…
Lagian mana mungkin ditempat kost sekecil ini,
saya membawa peliharaan?!? Lucu gak ya
ceritanya?

Tidak ada komentar: